Dakwah Sepanjang Hayat…

JALAN DAKWAH (terjal, mendaki & bertaburan kerikil tajam)

 

Jalan dakwah itu cukup panjang hingga tak terlihat pangkalnya…

Dakwah tak mengenal istirahat karena istirahatnya seorang aktifis dakwah adalah di surga. Kereta dakwah akan terus melaju dengan atau tanpa kita. Akankah kita rela jika tertinggal…?

Di lain sisi…

Banyak aktifis dakwah yang undur diri secara perlahan ataupun ‘minta cuti’

“Akh, ana mau ijin dulu untuk tidak terlibat dalam kegiatan dakwah, ana mau konsen kuliah dulu”

“Ukhti, ana sudah lelah dengan dakwah ini, tidak ada saudara yang membantu, ana kecewa, lebih baik ana undur diri saja”

Di bumi yang lain, banyak aktifis dakwah yang futur setelah lulus kuliah, bekerja atau setelah kembali ke kampung halamannya, tak jarang didapati mereka yang dulunya gentol di dakwah kampus kini penampilannya jauh dari yang dulu, tidak mau peduli dengan dakwah bahkan tidak bertegur sapa dengan teman lamanya. Hingga akhirnya orang-orang itu semakin memperpanjang barisan orang-orang future, barisan “mantan dai”, naudzubillah…

Dakwah sepanjang hayat…

Dakwah tak hanya di pesantren, kampus dan sekolah Dakwah harus terus kita serukan kapan saja dan dimana saja Selama hayat masih dikandung badan…

Dakwah tak mengenal usia…

tak hanya untuk kaum muda atau mahasiswa…

tidak irikah kita kepada kisah bapak dan anak yang berebutan untuk pergi berperang. Sang bapak yang usianya sudah tua merasa tidak ada kesempatan lain lagi, tapi sang anak menjawab “jika bukan karena surga ayahanda,tentu aku lebih mendahulukanmu..”

Istiqomah…. Itulah kuncinya…

Sebuah kata yang maknanya cukup berat hingga Rasulullah beruban ketika mendengar ayat tentangnya.

Bagaimana agar kita bisa tetap istiqomah dalam dakwah?

Dan sebenarnya apa saja keutamaan dakwah?

Semoga bisa memotivasi kita untuk istiqomah dalam dakwah…

 

(terhenyak ketika merapikan file2 ku yang lama ke netbook baruku, dan termangu sesaat ketika membaca salah satu tulisan di file2 ku yang lama, di file2 yang entah dulu pernah kusimpan dimana, di komputer asrama, atau share-share-an komputer lab, atau yang lain, karena jaman kuliah dulu aku ga punya komputer sendiri…)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: