all about her…, inspired by this old song…

February 4, 2011

Sejak jumpa kita pertama kulangsung jatuh cinta.

Walau kutahu kau ada pemiliknya.

Tapi kutak dapat membohongi hati nurani.

Kutak dapat menghindari gejolak cinta ini.

 

Memang serba salah rasanya tertusuk panah cinta.

Apalagi aku juga ada pemiliknya.

Tapi kutak mampu membohongi hati nurani.

Kutak mampu menghindari gejolak cinta ini.

 

Maka ijinkanlah aku mencintaimu

Atau bolehkan aku sekedar sayang padamu

Maka maafkan jikaku mencintaimu.

Atau biarkan kumengharap kau sayang padaku

 

 

but only half way through

the things i should have said

those old memories came

flown into my head

 

oh you’re so sweet

too sweet to forget

memories of being alone with you

it’s all in my dream

 

you’re just so sweet

too sweet to forget

 

you don’t love me

the same as i love you

it’s not to be i regret

 

hmmm days are passing by

the wind begins to blow

season’s changing and

the leaves begin to grow

 

but the words inside my head

would forever stay true

wherever i may go

whatever i may do

 

and inside cold dark lonely night

memories of the two of us

begin to take flight

 

 

you’re just so sweet

too sweet to forget

 

but you don’t love me

like i love you

it’s not to be i regret

 

 

 


Dakwah Sepanjang Hayat…

December 5, 2010

JALAN DAKWAH (terjal, mendaki & bertaburan kerikil tajam)

 

Jalan dakwah itu cukup panjang hingga tak terlihat pangkalnya…

Dakwah tak mengenal istirahat karena istirahatnya seorang aktifis dakwah adalah di surga. Kereta dakwah akan terus melaju dengan atau tanpa kita. Akankah kita rela jika tertinggal…?

Di lain sisi…

Banyak aktifis dakwah yang undur diri secara perlahan ataupun ‘minta cuti’

“Akh, ana mau ijin dulu untuk tidak terlibat dalam kegiatan dakwah, ana mau konsen kuliah dulu”

“Ukhti, ana sudah lelah dengan dakwah ini, tidak ada saudara yang membantu, ana kecewa, lebih baik ana undur diri saja”

Di bumi yang lain, banyak aktifis dakwah yang futur setelah lulus kuliah, bekerja atau setelah kembali ke kampung halamannya, tak jarang didapati mereka yang dulunya gentol di dakwah kampus kini penampilannya jauh dari yang dulu, tidak mau peduli dengan dakwah bahkan tidak bertegur sapa dengan teman lamanya. Hingga akhirnya orang-orang itu semakin memperpanjang barisan orang-orang future, barisan “mantan dai”, naudzubillah…

Dakwah sepanjang hayat…

Dakwah tak hanya di pesantren, kampus dan sekolah Dakwah harus terus kita serukan kapan saja dan dimana saja Selama hayat masih dikandung badan…

Dakwah tak mengenal usia…

tak hanya untuk kaum muda atau mahasiswa…

tidak irikah kita kepada kisah bapak dan anak yang berebutan untuk pergi berperang. Sang bapak yang usianya sudah tua merasa tidak ada kesempatan lain lagi, tapi sang anak menjawab “jika bukan karena surga ayahanda,tentu aku lebih mendahulukanmu..”

Istiqomah…. Itulah kuncinya…

Sebuah kata yang maknanya cukup berat hingga Rasulullah beruban ketika mendengar ayat tentangnya.

Bagaimana agar kita bisa tetap istiqomah dalam dakwah?

Dan sebenarnya apa saja keutamaan dakwah?

Semoga bisa memotivasi kita untuk istiqomah dalam dakwah…

 

(terhenyak ketika merapikan file2 ku yang lama ke netbook baruku, dan termangu sesaat ketika membaca salah satu tulisan di file2 ku yang lama, di file2 yang entah dulu pernah kusimpan dimana, di komputer asrama, atau share-share-an komputer lab, atau yang lain, karena jaman kuliah dulu aku ga punya komputer sendiri…)

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.